Tampilkan postingan dengan label ADRO Adaro Tbk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADRO Adaro Tbk. Tampilkan semua postingan
06.08

ADRO Adaro Tbk,

Bangun Pembangkit, Adaro Investasi USD150 Juta

JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan berinvestasi untuk pembangkit listrik (power plant) di 2010 sebesar USD150 juta. Dananya akan diambil dari anggaran belanja modal (capex) 2010 perseroan yang sebesar USD400 juta.


"Power plant dananya sebesar USD150 juta," ucap Presiden Direktur ADRO Boy Garibaldi Thohir, di sela acara BKPM Investment Award 2009, di Gedung BKPM, Jakarta, Rabu (9/12/2009).

Power plant tersebut nantinya akan dibangun di dekat mulut tambang. Serta akan dipergunakan untuk meningkatkan produksi batu bara. Dilanjutkannya, capex tersebut akan dipergunakan perseroan sebagai dana untuk over bourden sebesar USD250 juta.

Perseroan juga sudah menyiapkan dana untuk akuisisi tambang BHP Billiton sekira USD800 juta. Sementara untuk pengeluaran rutin per tahunnya adalah sebesar USD50 juta-USD75 juta.

Selain itu, dana tersebut nantinya akan didapatkan perseroan dari standby loan sebesar USD500 juta, obligasi (bond) sebesar USD800 juta, dan kas internal perseroan sekira USD400 juta

06.36

ADRO Adaro Tbk

JAKARTA. Selangkah lagi, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan mengantongi utang senilai US$ 500 juta. Pekan depan produsen batubara kedua terbesar di Indonesia ini akan menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman tersebut.

Mengutip situs berita ifrasia.com Jumat (25/9), utang tersebut berasal dari 12 bank lokal dan asing. Yakni, ANZ Bank, Bank Mandiri, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, BNP Paribas, Chinatrust Comemrcial Bank, dan DBS. Enam bank calon kreditur ADRO yang lain adalah HSBC, ING, OCBC, SMBC, Standard Chartered Bank, dan Bank United Overseas.

Fasilitas pinjaman tadi akan memiliki tenor lima tahun dengan bunga 3,75% di atas London Inter Bank Offered Rate (LIBOR).

Sejauh ini, manajemen ADRO belum bersedia menjelaskan lebih lanjut mengenai utang sindikasi tersebut. Direktur ADRO Andre Johannes Mamuaya beberapa waktu lalu sempat menjelaskan bahwa ADRO akan memakai pinjaman tersebut untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex).

Sebenarnya, bank-bank tersebut bersedia memberikan komitmen utang senilai US$ 1,5 miliar bagi ADRO, tiga kali lipat permohonan utang yang diajukan ADRO. Soalnya, bank-bank tadi yakin dengan prospek kinerja ADRO. Apalagi, Moody's Rating Service memberi peringkat cukup baik, yakni Ba1.

Kepala Riset Kresna Graha Sekurindo Jordan Zulkarnaen menilai, ADRO memang memiliki kemampuan membayar utang yang cukup baik. Karena itu, perusahaan ini tidak kesulitan mencari kredit dari perbankan. "Rasio utang terhadap modal atau debt to equity ratio (DER) ADRO masih sekitar satu kali," ujar Jordan, kemarin.

Lantaran melihat prospek bisnis batubara ADRO lumayan cerah, Jordan masih merekomendasikan beli saham ADRO dengan target harga wajar Rp 2.000 per saham.

Pada penutupan bursa Jumat (25/9), harga saham ADRO berada di angka Rp 1.400 per saham. Posisi ini sama dengan posisi penutupan hari sebelumnya.