JAKARTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana membagikan dividen final sebesar Rp 1,228 triliun. Artinya PTBA akan membagikan dividen 45% dari laba bersih perusahaan. Pada tahun 2009 kemarin PTBA telah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,778 triliun.
Achmad Sudarto, Sekretaris Perusahaan mengatakan PTBA telah mengucurkan dividen sebesar Rp 153,6 miliar pada 15 Desember 2009. Nah, sisanya akan dibayarkan pada 15 Juni nanti.
Sebagai catatan, PTBA mempunyai 2.304.131.850 lembar saham yang beredar. Artinya, setiap saham bisa mendapatkan Rp 532,99 per saham.
Label: PTBA Bukit Asam Tbk
| PTBA: Diminta Setor Dividen 35-40%, Seiring Kinerja Yang Baik Tahun Lalu |
Emiten batubara, PT Tambang Batubara Bukit Asam tbk kabarnya diminta untuk berikan setoran dividen 30% untuk tahun buku 2009 sebesar 0.7 trilyun. Hal ini seiring kenaikan kinerja yang dialami PTBA sepanjang tahun lalu. PT Tambang Bukit Asam (PTBA) akan segera membangun rel kereta api dari Tanjung Enim, Sumsel ke Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. Total dana investasi yang akan ditanamkan kedalam proyek ini adalah sebesar US$ 2 miliar. |
Label: PTBA Bukit Asam Tbk
Rabu, 03/02/2010 13:29 WIB
PTBA Setor Dividen Rp 910 Miliar ke Pemerintah
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PTBA, Soekrisno dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).
"Selain dividen, iuran produksi atau royalti diperkirakan juga meningkat dari Rp 232 miliar di 2008 menjadi Rp 306 miliar di 2009," kata Soekrisno.
Berdasarkan data PTBA yang dikutip detikFinance, realisasi pendapatan perseroan di 2009 tercatat mencapai Rp 8,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 6 triliun berasal dari hasil ekspor, dan sisanya berasal dari hasil penjualan batubara di dalam negeri.
Pada tahun 2009, PTBA telah menjual sebesar 12,224 juta ton batubara, dengan kontribusi ekspor batubara sebesar 4,46 juta ton, dan penjualan di dalam negeri 7,764 juta ton.
Laba bersih perseroan di 2009 diperkirakan naik hampir 50% dibandingkan laba bersih 2008 yang mencapai Rp 1,7 triliun.
Proyeksi target produksi dan penjualan PTBA dari tahun ke tahun diperkirakan akan terus meningkat. Pada tahun 2010, PTBA berencana memproduksi 14 juta ton batubara dengan rencana penjualan 13,955 juta ton.
Pada 2011, produksi sebesar 20,05 juta ton dengan rencana penjualan 23,67 juta ton. Pada 2012 produksi sebesar 20,26 juta ton dengan rencana penjualan 24,1 juta ton. Sementara produksi pada 2013 diproyeksikan sebesar 25,11 juta ton dengan target penjualan 30 juta ton.
"PTBA menargetkan produksi batubaranya di tahun 2014 bisa mencapai 50 juta ton," kata Soekrisno.
Adapun upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mencapai target-target tersebut yaitu dengan :
- Meningkatkan kapasitas angkutan batubara dengan kerjasama PTKA dan membangun jalur rel baru untuk mencapai kapasitas angkut menjadi 42,7 juta ton pada tahun 2014.
- Melakukan program akuisisi tambang-tambang yang potensial dan menjajaki KSO.
- Pembangunan PLTU mulut tambang dengan kapasitas 2x100 Mw, 4x600 MW serta PLTU untuk kebutuhan sendiri 3x10 Mw, 2x8 MW dan 2x10 MW.
Label: PTBA Bukit Asam Tbk
PTBA Prediksi Penjualan Batubara 15 Juta Ton di 2010
Demikian disampaikan Direktur Utama PTBA Sukrisno dalam press conference di hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (1/12/2009).
"Untuk 2010, volume naik 20% jadi sekitar 15 juta ton. Tahun 2009 saja 13,2 juta ton atau naik 3,1% dari 12,8 juta ton pada tahun 2008," katanya.
Namun dirinya tidak bisa memprediksi total nominal penjualan, karena harga jual komiditi batu bara ditetapkan melalui mekanisme pasar. "Harga itu tergantung pasar. Kami harapannya harga tinggi, seperti pada awal 2008 yang US$ 180 (per metric ton)," papar Sukrisno.
Sampai triwulan III 2009, total penjualan perseroan tercatat 8,8 juta ton, dengan pendapatan Rp 6,5 triliun. Penjualan mengalami kenaikan 11%, dari periode yang sama tahun lalu. Komposisi penjualan tetap diprioritaskan untuk pasar domestik, sebesar 70%, sisanya ekspor.
Laba PTBA juga tercatat naik 68,6%, menjadi Rp 2,23 triliun. Laba usaha mereka juga meningkat 67,5%, yaitu Rp 1,77 triliun.
Sukrisno menambahkan, PTBA tetap akan mengirim batu bara ke PLTU Suralaya, sesuai dengan kontrak yang disepakati, 6,1 juta ton per tahun.
Lanjutkan Akuisisi di 2010
Perusahaan plat merah itu menyatakan siap meneruskan rencana akuisisi terhadap 8 perusahaan Kontrak Tambang (KP) di tahun 2010. Total investasi yang disiapkan perseroan mencapai Rp 2 triliun.
"Akuisisi 8 perusahaan sedang pada tahap due diligence. Semoga ada 1 atau 2 perusahaan yang bisa didapatkan," tambahnya.
Ia menjelaskan, dana yang disiapkan PTBA sebanyak Rp 2 triliun ini meningkat dari anggaran tahun ini Rp 1,5 triliun. Pada tahun ini, rencana akuisisi KP sedikit tersendat karena ada beberapa perusahaan yang tidak memenuhi kriteria.
"Ada perusahaan yang tidak menyertakan detail teknis. Jika pun ada, maka tidak menyertakan valuasi risiko. Ini penting untuk kita," ungkapnya.
Namun, jika perusahaan hanya menyertakan valuasi aset, maka perseroan siap mengajak mereka sebagai mitra operasi. Dalam rencana akuisisi International Prima Coal (IPC), telah berhasil. Dengan sharing saham sebanyak 51% kepemilikan bersama mitra strategis berasal dari Jerman. Target produksi dari IPC sendiri, dapat mencapai 1,2 juta ton per tahun.
"Kontrak dengan mitra strategi Jerman berjangka 5 tahun. Kami sebenernya inginkan beberapa mitra, tidak hanya satu," paparnya.
Label: PTBA Bukit Asam Tbk
| PTBA Konsisten Bukukan Laba Bersih, Akhir Kuartal III Laba Bersih Naik 58,6% |
| Jumat, 30 Oktober 2009 15:45 WIB |
(Vibiznews – Stocks- Daily Analysis) Emiten tambang BUMN, PT Bukit Asam tbk (PTBA) kembali mencetak pertumbuhan bersih. Laba bersih PTBA tercatat naik sebesar 68,6% sepanjang periode Januari – September 2009. |
Label: PTBA Bukit Asam Tbk
Juni 2009, Bukit Asam mengumumkan kesepakatan harga penjualan baru untuk pembangkit listrik Bukit Asam dan Tarahan. Harga ditetapkan di level Rp 407.500 atau US$ 37 untuk Bukit Asam dan Rp 525.000 atau US$ 47,7 per ton untuk Tarahan.
PTBA sedang mempersiapkan langkah-langkah akuisisi dengan menyediakan dana internal Rp 1,5 triliun dari total dana internal Rp 3 triliun. Langkah ini diyakini akan memperkuat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, diikuti peningkatan cadangan.
Peluang ekspansi perseroan masih terbuka lebar, mengingat kondisi kas yang cukup sehat, dengan debt to equity ratio (DER) dalam posisi net cash. Ini berarti nilai utang lebih kecil dari dana tunai internal yang dimiliki.Label: PTBA Bukit Asam Tbk
