07.23

BTEL Bakrie Telecom Tbk,

BTEL rilis Esia Messenger

JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menggandeng Qualcomm, Huawei, dan Miyowa untuk menyediakan ponsel yang memiliki kemampuan mobile web 2.0 dan aplikasi Esia Messenger, yaitu Hape Esia Online.

Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, mengungkapkan aplikasi yang berjalan di peranti genggam tersebut merupakan aplikasi resmi layaknya smartphone lainnya.

"Penyedia aplikasi internasional seperti Facebook, Yahoo!, Opera, Qualcomm. Huawei, Miyowa dan CDG (CDMA Development Group), memberikan dukungan pada saat pengenalan pertama kali ponsel ini di ajang CDMA Summit 2009 di Hong Kong awal Desember lalu," tuturnya di sela-sela peluncuran ponsel tersebut, kemarin.

Ponsel tersebut, tambah Erik, memungkinkan pelanggan Esia saling berkomunikasi pesan cepat dengan menggunakan nomor telepon Esianya sebagai PIN yang disebut Esia Messenger. Dengan aplikasi ini pelanggan Hape Esia Online bisa melakukan chatting real time dan saling berkirim foto.

Saat ini, chatting dalam fitur Esia Messenger baru dinikmati antarpelanggan Hape Esia Online, tetapi ke depannya aktivitas bertukar pesan antarteman ini bisa dilakukan dengan semua Hape Esia.

Erik mengungkapkan untuk tahap pertama, pihaknya baru memproduksi 100.000 unit Hape Esia Online sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Dalam menyediakan ponsel tersebut, PT Bakrie Telecom menggandeng Huawei, Qualcomm, dan Miyowa.

Alison Rosenthal, Head of Business Development, Facebook mobile, menambahkan misi dari Facebook mobile adalah agar pengguna kami dapat terus terhubung dan saling berbagi informasi walau tidak sedang berada di depan komputer mereka.

Melalui kerja sama dengan Qualcomm, Huawei dan Miyowa, Bakrie Telecom dapat menawarkan layanan Facebook kepada pelanggannya menggunakan perangkat C6100.

"Yahoo! sangat senang dapat bermitra dengan Bakrie, yang merupakan operator CDMA pertama yang akan mengusung layanan Yahoo! Messenger ke Indonesia. Aplikasi Yahoo! Messenger akan tersedia di handset C6100," ujar Tommaso Del Re, Head of Mobile Yahoo! Southeast Asia.

Dalam ponsel itu terdapat berbagai aplikasi seperti e-mail, Facebook, Yahoo! Messenger, Windows Live Messenger, Google Talk, dan Opera Mini Microbrowser.

Selain aplikasi e-mail, chatting, dan social networking, aplikasi lainnya meliputi download ribuan lagu seharga Rp1.000 sehari per 30 lagu.

06.44

ANTM Aneka Tambang Tbk,


ANTM memperkirakan produksi feronikel tahun depan, akan mencapai 18.500 ton. Sementara penjualannya sebesar 19.000 ton. Sementara untuk produksi bijih nikel, ANTM memproyeksikan akan mencapai 6.150.000 wmt dengan penjualan 5.350.000 wmt. Seluruh Komoditas bijih nikel ini diekspor ke konsumen di Jepang, Eropa, dan China. Untuk produksi emas diproyeksikan 2.580 Kg dengan penjualan sebesar 7.980 Kg. Sedangkan produksi bauksit diperkirakan mencapai 600.000 wmt dengan penjualan sekitar 660.000 wmt.

06.28

TRUB Truba Alam Manunggal Tbk,

Truba Cetak Laba Bersih Tumbuh 64,79%

Jakarta - PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) mencetak pertumbuhan laba bersih sembilan bulan pertama 2009 tumbuh 64,79% menjadi Rp318,072 miliar ketimbang periode yan gsama 2008 hanya Rp193,013 miliar.

Hal laporan keuangan perseroan kepada BEI, Kamis (17/12).

Ia menjabarkan, tumbuhnya laba bersih ini lantaran tumbuhnya pendapatan walaupun kecil 0,21% dari Rp2,071 triliun menajdi Rp2,077 triliun, namun beban pendapatan semakin meningkat dari Rp1,616 triliun atau naik 13,16% menjadi Rp1,836 triliun. Di sisi lain perseroan pun berhasil menurunkan beban usaha dari Rp224,299 miliar menjadi Rp189,076 miliar.

Bukan hanya mencetak laba bersih saja, perseroan pun berhasil mendapat penghasilan bersih yang signifikan dari Rp37,544 miliar naik signifikan 776,99% menjadi Rp329,258 miliar. Laba bersih per saham perseroan pun naik dari Rp12 per saham menjadi Rp20 per saham. Sayang perseroan mencatat penurunan aset dari Rp6,725 triliun menjadi Rp6,585 triliun.

05.37

UNSP Bakrie Sumatera Plantation Tbk,

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) akan menerbitkan saham baru hingga 9,47 miliar saham. Rencananya, UNSP akan menjual saham-saham baru ini dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 525 per saham.


PT Danatama Makmur akan bertindak sebagai pembeli siaga rights issue UNSP ini. Kalau pemegang saham tidak mengeksekusi haknya, maka kepemilikan sahamnya bisa terdilusi antara 71,43% hingga 72,73%.

Dari penjualan saham ini, UNSP berniat mengumpulkan dana hingga Rp 4,97 triliun. Dari total dana yang terkumpul, sebanyak 64,9% atau sekitar Rp 3,16 triliun akan dipakai untuk peningkatan modal pada anak usaha tertentu. Selanjutnya, anak usaha ini akan mengakuisisi perusahaan-perusahaan bidang perkebunan kelapa sawit dan karet serta pengolahan oleochemical.

Perinciannya adalah, sebesar 22,6% atau sekitar US$ 110 juta akan dipakai untuk membeli 100% saham PT Domas Agrointi Prima. Perusahaan yang hendak dibeli ini memiliki 99,6% saham PT Sawitmas Agro Perkasa, 100% saham PT Sarana Industama Perkasa, 100% saham PT Flora Sawita Chemindo, 100% saham PT Dimas Agrointi Perkasa, dan 100% saham PT Dimas Sawitinti Perdana. Semua perusahaan ini merupakan perusahaan oleochemical.

Sebesar 11,5% dari total dana rights issue atau sekitar Rp 560 miliar akan dipakai untuk peningkatan modal dan belanja modal di calon anak-anak usaha tersebut. Sekitar 11,1% atau Rp 540 miliar akan dipakai untuk modal kerja di calon anak-anak usaha ini.

Selain itu, sebesar 11,3% hasil penjualan saham baru ini akan dipakai untuk membeli perusahaan Monrad. Monrad merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Limamar, Kecamatan Astanbul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Sekitar 5,1% atau sebesar Rp 250 miliar akan dipakai untuk membeli 100% saham PT Julang Oca Permana. Ini adalah sebuah perusahaan perkebunan karet yang berada di Bengkulu. Sedanhkan 3,3% atau sebesar Rp 160 miliar untuk membeli 100% saham PT Citalaras Cipta Indonesia, sebuah perusahaan kelapa sawit di Sumatera Barat.

Selanjutnya, sebesar 25,7% atau Rp 1,25 triliun dari dana penawaran umum terbatas ini akan dipakai untuk pengembangan usaha UNSP di sektor hulu, yaitu di bagian perkebunan. Dana yang tersisa sekitar 9,5% atau Rp 460 miliar akan dipakai untuk tambahan modal kerja UNSP.

Setiap pemegang dua saham UNSP mempunyai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atas lima saham baru UNSP. Dan setiap 15 saham baru yang dibeli, melekat satu waran.

UNSP memang akan sekalian melepas waran dalam HMETD sebesar 631,33 juta waran dengan harga pelaksanaan Rp 530 per saham. Waran ini bisa dilaksanakan mulai 1 Agustus 2010 hingga 31 Januari 2013.

Dari penukaran waran seri II ini nanti, UNSP bisa mendapat dana hingga Rp 334,61 miliar. UNSP akan menggunakan dana yang diperoleh dari waran ini untuk tambahan modal kerja UNSP dan anak usahanya.

UNSP akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Januari 2010 nanti untuk meminta persetujuan rights issue ini. Tanggal efektif rights issue diperkirakan juga pada 18 Januari nanti.

Untuk tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD direncanakan pada 25 Januari 2010 untuk di pasar reguler dan pasar negosiasi, serta pada 28 Januari 2010 untuk pasar tunai. Tanggal pencatatan daftar pemegang saham yang berhak pada 28 Januari 2010. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 1 Februari 2010 hingga 5 Februari 2010. Sementara tanggal penjatahan pada 10 Februari 2010.


Summary

Besaran saham: 9.469.992.337 saham
Nilai nominal: Rp100/saham
Harga penawaran: Rp525/saham atau Rp4,9 triliun
Ratio: 2:5
Cum rights issue: 25 Januari 2010
Recording date: 28 Januari 2010
Masa perdagangan: 1- 5 Februari 2010
Rights issue ini memberikan warrant Seri II sebanyak 631.332.822 dengan harga Rp530/saham, ratio 1:1
Masa pelaksanaan warrant: 1 Agustus 2010-31 Januari 2013
Masa perdagangan warrant: 1 Februari 2010-25 Januari 2013
Selain itu, setiap 15 saham baru hasil rights issue akan mendapat 1 warrant.

05.34

UNSP Bakrie Sumatera Plantation Tbk,

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) masih harus melewat perjalanan panjang untuk memanen hasil dari akuisisi saham Domba Mas. Soalnya, UNSP masih harus melakukan restrukturisasi utang calon anak usahanya yang akan diakuisisi lewat PT Grahadura Leidongprima ini. Domba Mas tercatat sebagai salah satu kreditur Bank Mandiri.

Direktur Keuangan UNSP Harry M. Nadir mengatakan, restrukturisasi utang nanti, bukan berarti UNSP harus menambah dana lagi untuk membayar utang. "Restrukturisasi utang itu soal waktu pembayaran utangnya dan operasional asetnya," kata Harry, Selasa (15/12).

UNSP juga akan membeli beberapa perusahaan oleochemical, dengan total pembelian plus suntikan modal mencapai Rp 2,2 triliun. Dananya dari penerbitan saham baru atau rights issue senilai Rp 4,97 triliun.

Rinciannya adalah, sebesar 22,6% atau sekitar US$ 110 juta akan dipakai untuk membeli 100% saham PT Domas Agrointi Prima. Perusahaan yang hendak dibeli ini memiliki 99,6% saham PT Sawitmas Agro Perkasa, 100% saham PT Sarana Industama Perkasa, 100% saham PT Flora Sawita Chemindo, 100% saham PT Domas Agro Inti Perkasa, dan 100% saham PT Domas Sawitinti Perdana.

Sebesar 11,5% dari total dana rights issue atau sekitar Rp 560 miliar akan dipakai untuk peningkatan modal dan belanja modal di calon anak-anak usaha tersebut. Sekitar 11,1% atau Rp 540 miliar akan dipakai untuk modal kerja di calon anak-anak usaha ini.

PT Domas Agrointi Prima per Agustus 2009, memiliki total aset Rp 3,14 triliun. Ekuiti minus Rp 382,4 miliar dan total utang Rp 3,52 triliun. Hingga bulan kedelapan tahun ini, Domas Agro membukukan pendapatan Rp 127 miliar dengan laba bersih Rp 14,53 miliar.

PT Sawitmas Agro Perkasa memiliki total aset Rp 1,04 triliun per Agustus 2009. Ekuiti minus Rp 110,17 miliar dan total utang Rp 1,15 triliun. Perusahaan pengolahan oleochemical yang berlokasi di Kuala Tanjung ini tidak membukukan penjualan dan mencatat rugi bersih Rp 4,11 miliar.

PT Flora Sawita Chemindo memiliki total aset Rp 488,74 miliar dengan total ekuiti minus Rp 697,64 miliar dan total utang Rp 1,19 triliun. PT Domas Agro Inti Perkasa memiliki total aset Rp 270,13 miliar dengan ekuiti minus Rp 62,58 miliar dan total utang Rp 332,71 miliar. Sementara, PT Domas Sawitinti Perdana memiliki total aset Rp 140,63 miliar dengan ekuiti minus Rp 35,04 miliar dan total utang Rp 175,66 miliar. Kalau dijumlahkan, total utang perusahaan-perusahaan oleochemical ini mencapai Rp 6,37 triliun.

07.13

KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk,

Jababeka siapkan lahan 30 ha

JAKARTA: PT Jababeka Tbk menyiapkan lahan hingga 30 hektare untuk menampung masuknya investor di kawasan industri perusahaan itu di Cikarang pada 2010.

Perusahaan juga menargetkan sejumlah pengembangan bisnis dalam upaya menjadikan kawasan yang dikelolanya sebagai magnet perekonomian seperti Jakarta.

Menurut S.D. Darmono, CEO PT Jababeka Tbk, melalui pengembangan bisnis yang berbasis perumahan dan lapangan kerja itu dapat memunculkan stimulus pertumbuhan di daerah, khususnya di kawasan Cikarang, Bekasi.

Dia mengklaim kesuksesan mendatangkan 1.450 pabrik dari 30 negara membuat Jababeka tertarik mengembangkan penyediaan lahan dan pembangunan pabrik. Pada tahun mendatang, dia menyebutkan ada 20 hektare-30 hektare lahan siap bangun untuk pabrik. Saat ini perusahaan itu mengelola lahan 1.570 ha.

"Kami siapkan semua infrastruktur, sehingga investor mudah untuk membangun. Atau kami tawarkan pabrik siap pakai," tutur Darmono kepada Bisnis, pekan ini.

Jababeka, katanya, juga akan menjual 1.000 unit apartemen murah dengan kisaran harga Rp150 juta-Rp200 juta per unit. Hingga kini, Jababeka sudah memiliki 288 unit yang telah berpenghuni.

Darmono menuturkan bisnis Jababeka terkonsentrasi dalam membangun rumah dan membangun lapangan kerja. Terkait dengan bisnis perumahan 2010, dia optimistis akan ada peningkatan kebutuhan yang signifikan.

06.58

UNSP Bakrie Sumatera Plantation Tbk,

Jika Domba Mas Jatuh ke Pangkuan Bakrie Sumatera Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Kocek PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) bakal semakin gembung. Itu jika emiten bersandi saham UNSP ini sukses mengakuisisi PT Domba Mas Agro Inti Prima. Tapi, benarkah saham UNSP bakal tak berotot jika dana akuisisi diperoleh dari hasil rights issue?
Bakrie Sumatera Plantations sedang menyiapkan rencana besar, yakni mengakuisisi PT Domba Mas Agro Inti Prima, produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan oleokimia milik Grup Domba Mas.
Jika terealisasi, pundi-pundi Bakrie Sumatera diyakini bakal melembung. Gerak-gerik saham perusahaan di bawah bendera Grup Bakrie ini pun diramalkan secemerlang prospek bisnisnya.
“Akuisisi Domba Mas akan meningkatkan pendapatan Bakrie Sumatera. Jadi, akuisisi tersebut akan berdampak positif untuk jangka pendek dan menengah,” kata analis Citi Pacific Sekuritas Hendri Effendi.
Bakrie Sumatera menjadi pemimpin konsorsium dari sejumlah perusahaan lokal dan asing untuk mengakuisisi 100% saham Domba Mas. Perseroan tengah memfinalisasi pembelian saham perusahaan tersebut senilai US$ 500 juta.
Meski Domba Mas Group terlilit utang hingga Rp 3,3 triliun kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), akuisisi itu diyakini tak terlalu bermasalah. “Selama Domba Mas memiliki fundamental dan aset yang memadai serta mampu mengontribusi pendapatan, dampaknya tetap bagus bagi Bakrie Sumatera,” papar Hendri Effendi.
Sekadar informasi, Domba Mas menguasai lahan sawit seluas 300 ribu hektare (ha) di Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Timur. Sekitar 175 ribu ha di antaranya merupakan tanaman kelapa sawit yang berproduksi.
Adapun Bakrie Sumatera mengelola 108.844 ha area tanam di Sumatera dan Kalimantan. Lahan seluas 18.832 ha atau sekitar 17% dari total area yang dikelola perseroan ditanami karet. Bakrie Sumatera juga tengah menanami area baru di Kalimantan dan Sumatera.
Dari Rights Issue
Bakrie Sumatera Plantations disebut-sebut membutuhkan dana sedikitnya US$ 500 juta atau sekitar Rp 5 triliun untuk mengakuisisi Domba Mas Agro Inti Prima. Guna menghimpun dana akuisisi, Bakrie Sumatera bakal menerbitkan saham baru alias rights issue.
Penerbitan tersebut dilakukan dengan cara mengeluarkan saham dari portepel atau simpanan perseroan disertai waran seri II. Untuk maksud tersebut, manajemen Bakrie Sumatera akan meminta persetujuan pemegang saham pada 13 Januari 2010.
Lewat rights issue, Bakrie Sumatera memang akan meraup banyak dana segar. “Tapi investor terlihat masih berhati-hati terhadap rencana tersebut. Secara historis, rights issue akan merugikan investor yang tidak melaksanakan haknya karena porsi persentase kepemilikan di perusahaan berkurang,” tutur Hendri Effendi.
Apakah itu berarti harga saham emiten berkode UNSP ini bakal amblas? “Gerak saham Bakrie Sumatera akan ditentukan harga saham teoritis rights issue. Sebelum penentuan harga rights issue akan ada aksi spekulasi beli dari investor untuk mengantisipasi pembentukan harga,” tandas Hendri.
Ke depan, tentu saja kinerja saham Bakrie Sumatera masih akan ditentukan perkembangan harga CPO serta kemampuan perseroan mengatur volume produksinya. Yang pasti, setelah mengakuisisi Domba Mas dan harga CPO menguat, pendapatan Bakrie Sumatera diestimasikan naik berlipat.
Di luar akuisisi Domba Mas, Bakrie Sumatera juga berencana ekspansi perkebunan sawit dan karet seluas 4.000 ha ke Liberia, Afrika Barat. Perseroan telah menghabiskan dana awal Rp 93,1 miliar untuk biaya lisensi dan studi lapangan. “Kami akan ekspansi ke Liberia dengan investasi sekitar US$ 250 juta,” ucap Direktur Keuangan Bakrie Sumatera Harry M Nadir.
Bakrie Sumatera konon bakal menggandeng International Finance Corporation (IFC), anak usaha Bank Dunia, untuk berinvestasi di negara yang terletak di pantai barat Afrika itu.
Salah satu alasan Bakrie Sumatera ekspansi ke Liberia adalah mencari lahan investasi alternatif yang lebih murah. Liberia juga memiliki kondisi cuaca yang hampir sama dan biaya pengapalan yang lebih rendah untuk pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS).
“Seiring strategi bisnis Bakrie Sumatera yang kian agresif, tahun depan merupakan masa konsolidasi karena perseroan baru akan mengatur area yang diakuisisi,” kata analis Bahana Securities Alfi Fadhliyah.
Bahana Securities menargetkan tahun depan pendapatan Bakrie Sumatera naik 22,07% menjadi Rp 2,62 triliun dari perkiraan tahun ini Rp 2,15 triliun. Laba usaha perseroan akan tumbuh 25,16% dari Rp 457 miliar menjadi Rp 572 miliar, sedangkan laba bersih diestimasikan tumbuh 20,93% dari Rp 320 miliar menjadi Rp 387 miliar.
Berpeluang Menguat
Bagaimana dengan harga saham UNSP di lantai bursa? “Harga saham Bakrie Sumatera berpotensi mencapai Rp 1.125 atau lebih tinggi dibanding target awal Rp 1.075,” ujar Alfi Fadhliyah.
Bahana Securities menetapkan asumsi harga tersebut berdasarkan pertimbangan price to earning ratio (PER) tahun depan sebanyak 11,1 kali. Kondisi itu juga merepresentasikan diskon 40% terhadap PER produsen CPO di Malaysia sebesar 18,5 kali pada 2010.
Cuma, dibanding pesaingnya di pasar lokal, harga saham Bakrie Sumatera justru jatuh 71% dari posisi tertingginya Rp 2.825 pada pertengahan Januari 2008. Alhasil, UNSP tercatat sebagai saham kedua termurah di sektor CPO setelah saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).